Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Minggu, Oktober 23, 2011

NA-AION (Non Arteritic Anterior Ischemic Optic Neuropathy)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Non-arteritic anterior ischemic neuropathy (NA-AION) merupakan salah satu penyebab gangguan penglihatan yang serius dan paling umum dijumpai pada usia 60 tahun. Perbandingan resiko  pada pria sama dengan wanita. Pada tahun 2010, di USA, insiden NA-AION diperkirakan mencapai 2.3–10.3 per 100.000 penduduk lebih sering terjadi pada orang berkulit putih (95%) daripada orang berkulit hitam (2%).1,2,3,4
Pathogenesis dan manajemen dari NA-AION masih membingungkan dan menjadi kontroversi. Hal pertama yang perlu dipahami dalam  manajemen suatu penyakit adalah dengan memahami pathogenesis dari penyakit tersebut. Kekurangan pengetahun tentang pathogenesis dari suatu  penyakit membuat manajemen yang dilakukan bukan hanya tidak mempunyai hasil tetapi malah membahayakan bagi pasien.
Pusat penelitian mata di Universitas Iowa menyarankan terapi kortikosteroid sebagai bagian dari manajemen NA-AION.  Namun, para ahli neuro-ophthalmologi tidak menerima hasil penelitian yang dilakukan dan  menyatakan bahwa kortikosteroid tidak mempunyai peranan dalam tata-laksana NA-AION.5
Dari penelitian yang dilakukan oleh Sohan Singh Hayreh (2010) didapatkan bahwa tata-laksana pasien dengan kortikosteroid sistemik selama fase akut menunjukkan hasil bahwa kemungkinan peningkatan ketajaman visual dan lapang pandang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang tidak diterapi dengan kortikosteroid. Ketajaman visual dan lapang pandang meningkat dalam 6 bulan setelah onset NA-AION.5
1.2   Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan  mengenai penatalaksanaan non-arteritic anterior ischemic optic neuropathy.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi Nervus Optik
Secara anatomis, nervus optikus bermula pada diskus optik tetapi secara fisiologis bermula dari dalam lapisan sel ganglion retina. Nervus optikus memasuki ruang intrakranial melalui foramen optikum. Di depan tuber sinerium (tangkai hipofisis) nervus optikus kiri dan kanan menjadi satu berkas

Kamis, Juni 02, 2011

Kortikosteroid

Kortikosteroid
Potensi
Lama kerja
Dosis ekuivalen (mg)*
Retensi natrium
Anti-inflamasi
Kortisol (hidrokortison)
1
1
S
20
Kortison
0,8
0,8
S
25
Kortikosteron
15
0,35
S
-
6-α-metilprednisolon
0,5
5
I
4
Fludrokortison (mineralokortikoid)
125
10
I
-
Prednisone
0,8
4
I
5
Prednisolon
0,8
4
I
5
Triamsinolon
0
5
I
4
Parametason
0
10
L
2
Betametason
0
25
L
0,75
Deksametason
0
25
L
0,75
Keterangan:
* hanya berlaku untuk pemberian oral atau IV.
S = kerja singkat (t1/2 biologik 8-12 jam);
I = intermediate, kerja sedang (t1/2 biologik 12-36 jam);
L = kerja lama (t1/2 biologik 36-72 jam).

Sabtu, Maret 26, 2011

Framingham's Criteria (Gagal jantung)

Kriteria Framingham dapat dipakai untuk menegakkan diagnosis gagal jantung kongestif.
Kriteria mayor:
1.    Paroxismal Nocturnal Dispneu
2.    distensi vena leher
3.    ronkhi paru
4.    kardiomegali
5.    edema paru akut
6.    gallop S3
7.    peninggian tekanan vena jugularis
8.    refluks hepatojugular
Kriteria minor:

Selasa, Maret 22, 2011

Penguasa Dunia (Ambisi 3 Organisasi)

Munculnya suatu penguasa dunia yang baru mungkin bisa menjadi ancaman bagi dunia. Suatu tatanan dunia baru dalam satu penguasa menjadi ancaman tersendiri sekaligus perwujudan dari Bible yang telah mengatakan bahwa akan munculnya satu penguasa tunggal dunia yang akan menjadi tanda-tanda akhir zaman. Dalam artikel saya kali ini, saya akan menjelaskan tentang 3 kelompok atau organisasi yang mempunyai peluang untuk menjadikan dunia dalam genggaman mereka.

1. Rothschild
Organisasi yang bernama Rothschild ini adalah organisasi rahasia yang dimiliki Jerman dan diklaim mempunyai agen-agen yang berperan dalam sektor-sektor vital dunia. Saya pertama kali mengenal istilah ini ketika sedang mencari tahu seputar Holocaust dan Hitler. Ada teori konspirasi yang mengatakan bahwa diduga Hitler tidak mati bunuh diri dalam bunker seperti yang selama ini diajarkan dalam sejarah, tetapi ia berhasil kabur ke Argentina dengan sebuah kapal perang, dan bahkan disembunyikan dengan aman oleh para pengikut Rothschild di Argentina. Beberapa bukti menunjukkan foto-foto (meskipun sebagian wajahnya tertutup kain) yang diduga adalah foto Hitler ketika meninggal pada usia 90-an di Argentina.
Nah! Kita kembali pada penjelasan mengenai Rothschild. Organisasi ini mengklaim bahwa mereka sudah menguasai sektor-sektor vital untuk jangka waktu yang cukup lama.

Ketika saya melakukan investigasi dengan Google juga, saya menemukan banyak sumber yang mengkaitkan Rothschild dengan Yahudi, tapi saya sepenuhnya tidak percaya bahwa organisasi Rothschild ini adalah milik Yahudi, meskipun para pengikut Rothschild mengaku bahwa mereka adalah suku Yahudi asli, tapi sejarah yang mereka bantah terlalu kokoh.

Kenyataannya mereka adalah orang Khazar. Mereka datang dari sebuah negara yang disebut Khazaria, yang terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia yang sekarang dimiliki oleh Georgia. Alasan mengapa keturunan Khazar mengklaim mereka sebagai orang Yahudi adalah karena pada tahun 740 Masehi, atas perintah dari raja mereka (King Moon), rakyat Khazaria harus memeluk kepercayaan Yahudi, tetapi tentu saja itu tidak mengubah gen mereka dari Mongolia Asia (Turki) menjadi orang Yahudi.

Beberapa fakta yang menarik mengenai Rothschild adalah:
Saat ini hanya 6 negara di dunia yang bank sentralnya tidak terpengaruh jaringan Rothschild.

Entah Copy-Paste darimana. Tapi Penting Buat Pengetahuan MUSLIM (untuk golongan sendiri)

Selama puluhan tahun kaum musiimin Indonesia boleh berbangga hati dengan julukan “komunitas muslim terbesar di dunia” yang disandangnya. Berdasarkan Survey Antar Sensus (Supas) yang diiakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 1990, tercatat bahwa dari 200 juta jiwa, prosentase umat Islam mencapai 87,3 persen (dibulatkan menjadi 90 persen) . Sementara umat Kristen Protestan hanya 6 persen, umat Katolik 3,6 persen, Hindu 1,8 persen, Budha 1 persen dan agama lain 0,3 persen. Sebagai dai, kita tidak boleh silau mata dengan besarnya angka-angka mayoritas di atas. Apalagi, data-data terkini, mencatat bahwa jumlah umat
Islam anjlok drastis dari 90 persen menjadi 75 persen (tabloid SIAR edisi
No. 43, 18-24 Nopember 1999 hal. 14).
Terllepas dari validitas dan akurasi data di atas, perlu dicermati pula
hasil temuan Litbang Departemen Agama, bahwa panyebab penurunan populasi
umat Islam nusantara itu ada dua hal:
Injil
Injil
Pertama, Keberhasilan program KB yang dilakukan dengan gencar kepada kaum
muslimin, sementara kepada umat non Islam, program KB tidak pernah
didengungkan, nyaris tak terdengar. Dengan demikian, program KB
mengakibatkan pertumbuhan populasi umat Kristen ja uh lebih cepat
dibandingkan dengan pertumbuhan populasi umat Islam.
Kedua, Keberhasilan program Kristenisasi yang dilakukan dangan gencar,
semakin hari semakin canggih dan tidak mengindahkan kode efik penyiaran
agama.
Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa penyimpangan-penyimpangan
penyiaran agama sering kali dipakai para missionaris untuk menyebarkan
Injil dan kekristenan di nusantara, antara lain:
Pembangunan Gereja di lingkungan masyarakat Mayoritas Muslim
Di tengah-tengah warga mayoritas muslim, pihak Salib melanggar SKB menteri
dengan membangun gereja yang megah. Untuk mengisi dan meramaikan gereja
pada saat kebaktian, didatangkanlah jemaat Kristen dari tempat lain yang
berjauhan. Dengan demikian, syiar m ereka berlahan-lahan menarik simpati
warga yang lemah iman.
Kasus yang terbaru adalah terusiknya ketenangan warga Depok dengan
kehadiran GPIB Shalom, akhirnya membuahkan penanganan ilegal. Sebagai kado