Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Senin, Oktober 29, 2012

Jari Macet / Trigger Finger



Trigger finger/trigger digit/ jari macet adalah gangguan umum terjadi pada usia dewasa ditandai dengan penangkapan, gertakan, atau penguncian dari tendon fleksor jari terlibat, berhubungan dengan disfungsi dan nyeri. Penyebab trigger finger ini bisa disebabkan oleh trauma misalnya aktivitas yang berulang dan berat menggunakan jari-jari tangan atau bisa bersifat idiopatik. Penderita diabetes mellitus dan rheumatoid arthritis memiliki resiko lebih besar terkena kondisi ini.Mekanisme terjadinya keadaan ini adalah adanya aktifitas-aktifitas fisik yang berat dan berulang-ulang pada orang yang mempunyai kecenderungan pengumpulan cairan di sekitar tendon dan sendinya seperti pasien diabetes mellitus dan rheumatoid artritis. Pengumpulan cairan disekitar tendon ini menyebabkan terjadinya penebalan nodule tendon (biasanya pada tendon m.flexor digitorum profundus) sehingga tendon yang bengkak ini bisa mengganggu gerakan normal pada tendon. Adanya pembengkakan ini membuat mudah sekali tendon terjepit sehingga jari susah untuk difleksikan (macet) atau terkunci pada posisinya dan mengakibatkan jari terasa sakit dan mengeluarkan suara “klik” apabila usaha lebih keras diberikan.

Penyebab pasti dari trigger finger belum diketahui dan belum pasti (idiopatic). Dimungkinkan akibat perubahan morfologi nodule dan pulley seperti subluksasi m.ekstensor digitorum communis, melekatnya ligamen kolateral dari sendi metacapophalangeal pada prominen tulang pada sisi metatarsal, dll.
Orang dengan riwayat penyakit collagen vascullar seperti rheumatoid artritis, diabetes mellitus, arthitis psoriatis, amyloidosis, hipotiroid, sarkoidosis, dan pigmented vilonodular synovitis memiliki faktor resiko lebih besar terkena trigger finger dibandingkan orang yang yang tidak memiliki riwayat tersebut.
 Manifestasi klinis dari trigger finger/stenosing tenosynovitis adalah jari sulit untuk diluruskan atau ditekuk (jari seperti macet atau terkunci) muncul biasanya dimulai tanpa adanya cedera. Gejala-gejala ini termasuk munculnya benjolan kecil, nyeri di telapak tangan, pembengkakan, rasa tidak nyaman di jari dan sendi. Kekakuan akan bertambah setelah tidak melakukan aktivitas. Kadang jika tendon terasa bebas bisa bergerak tegak atau dilakukan usaha meluruskan atau menekuk akan dirasakan sendi seperti terjadi dislokasi/ pergeseran sendi. Pada kasus yang berat jari tidak dapat diluruskan bahkan dengan bantuan.
Dalam anamnesis kita dapat menemukan pengakuan dari pasien bahwa pasien sering merasakan jarinya sulit untuk digerakan namun tidak ada riwayat cedera sebelumnya apalagi pasien memiliki faktor resiko penyakit yang dapat meningkatkan peluang terjadinya trigger finger. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengeliminasi diagnosis banding pada pasien dengan keluhan jari macet. Berdasarkan literatur, pemeriksaan penunjang bukan merupakan gold standar dalam menentukan diagnosis dari trigger finger. Justru anamnesis dan pemeriksaan fisik sudah mencukupi untuk mendiagnosis trigger finger.
Apabila kondisi ringan seperti pasien ini, maka mengistirahatkan jari dapat membantu. Namun seringnya kasus saat datang ke tenaga medis adalah kasus yang sudah tidak lagi ringan. Adapun yang dapat dilakukan adalah terapi farmakologi (obat NSAID misalnya ibuprofen atau injeksi steroid seperti prednisolone, dexamethasone, atau triamcinolone) dan terapi pembedahan/operasi. Trigger finger bukanlah merupakan kondisi berbahaya. Keputusan untuk melakukan pembedahan apabila tingkat keparahannya tinggi yaitu apabila 2-3 kali injeksi steroid tidak berhasil dan nodule congenital pada tendon yang tidak respon terhadap kortikosteroid.
Prognosis dati trigger finger ini bonam; kebanyakan pasien berespon baik terhadap pengobatan dengan injeksi kortikosteroid. Beberapa kasus ringan justru sembuh spontan. Selain itu pasien yang ditangani dengan terapi pembedahan juga memiliki outcome yang baik. Adapun eksaserbasi dapat terjadi apabila etiologi tidak ditangani dengan baik.

Sumber: Lupa.

2 comments:

Muslih Muslih mengatakan...

good

Anonim mengatakan...

injeksi steroid nya posisinya dmn? di nodul congenitalnya atau ckp Intramuscular saja? tks

Poskan Komentar