Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Selasa, Mei 01, 2012

Patofisiologi Komplikasi Diabetes Mellitus


               
               Jaringan kardiovaskular mempunyai kemampuan khusus untuk memasukkan glukosa dari lingkungan sekitar ke dalam sel. Namun, pada keadaan hiperglikemia kronik, down regulation tidak cukup terjadi sehingga sel akan kebanjiran masuknya glukosa.
                Hiperglisolia kronik akan mengubah homeostasis biokimia sel tersebut yang kemudian berpotenmsi untuk terjadinya perubahan dasar terbentuknya komplikasi kronik diabetes. Komplikasi tersebut melalui beberapa jalur biokimiawi seperti jalur reduktase aldosa, jalur stress oksidatif, jalur pleiotropik protein kinase C.
                Pada jalur redukatase aldosa, glukosa akan diubah menjadi sorbitol. Sorbitol akan diubah menjadi fruktosa oleh sorbitol dehidrogenase dengan memanfaatkan nikotinamid adenine dinukleotida. Penumpukan sorbitol dan fruktosa akan terjadi karena kedua zat ini bersifat hidrofilik sehingga penetrasi melalui membran sel berkurang. Sebagai akibatnya, maka poliol akan terakumulasi di dalam intrasel sehingg sel akan mengalami swelling dan pada vaskular akan terjadi kerusakan endotel yang akan menurunkan produksi NO.
                Aktivitas jalur poliol akan semakin meningkat jika hiperglikemia berlangsung terus. Aktivitas jalur poliol ini akan menyebabkan meningkatnya turn over NADPH sehingga rasio NADPH sitosol bebas terhadap NADP+  akan menurun. Glutation reduktase sebagai antioksidan memerlukan NADPH sitosol. Sebagai akibat menurunnya NADPH sitosol bebas maka akan meningkatkan stress oksidatif. Jalur stress oksidatif akan menyebabkan terjadinya proses autooksidasi glukosa dan substrat lain seperti asam amino dan lipid. Peningkatan stress oksidatif akan menyebabkan terjadinya proses glikasi protein yang kemudian berlanjut dengan meniongkatnya produk glikasi lanjut. Produk glikasi lanjut ini akan memfasilitasi terbentuknya spesies oksigen reaktif. Dari mulai aktivasi jalur reduktase aldosa sampai terbentuknya oksigen reaktif akan merubah sifat berbagai protein penting yang kemudian akan memacu terbentuknya sitokin proinflamasi yang akan menyebabkan inflamasi.
                Salah satu sel yang mempunyai kemampuan transportasi glukosa non-insulin dependen adalah syaraf. Proses yang terjadi sama seperti yang terjadi pada vaskular. Namun dalam hal ini akan terjadi lingkaran setan. Pembentukan hasil glikasi lanjut pada stress oksidatif di sel endotel akan menetralisasi NO sehingga akan terjadi mikrovasokontriksi yang akan menyebabkan aliran darah syaraf akan berkurang. Selain itu juga akan terjadi stasis aksonal. Stasis aksonal akan menyebabkan pembengkakan dan demyelinisasi syaraf sehingga terjadi neuropati diabetik. Pada autonomic neuropati diabetic, akan terjadi gangguan berkeringat berupa hipohidrosis sampai anhidrosis yang akan menyebabkan komplikasi lain yang lebih serius.
                Vasokontriksi yang diakibatkan oleh berkurangnya kadar NO akan menyebabkan iskemik jaringan yang akan memicu terjadinya nekrosis. Proses ini sering terjadi pada pembuluh darah perifer terutama ujung ekstremitas sehingga akan menyebabkan ulkus diabetikum. Peningkatan kadar HbA1C akan menyebabkan deformitas pada eritrosit sehingga akan mengganggu pelepasan oksigen ke jaringan. Dengan berkurangnya pula pelepasan oksigen ke jaringan ditambah vasokontriksi yang terjadi akan menyebabkan nekrosis bertambah luas. Apabila pada bagian yang nekrosis tersebut terdapat infeksi maka infeksi tersebut akan sulit diatasi. Proses infeksi yang sulit diatasi ini disebabkan oleh fungsi khemotaksis di jaringan akibat meningkatnya viskositas darah ditambah adanya vasokontriksi yang terjadi.
                Selain itu, Insulin bebas pada penderita DM tipe II yang terakumulasi di darah dan tidak berikatan dengan reseptornya akan terikat pada faktor pertumbuhan yang disebut dengan insulin like growth factor pada keratinosit. Dengan menempelnya Insulin pada insulin like growth factor ini maka akan menyebabkan terjadinya proliferasi dan hiperplasi pada epidermis. Keadaan ini yang disebut dengan Acantosis Nigrican.

Komplikasi diabetes tidak sebatas disini. Tulisan di atas hanyalah review patofisiologi awal terjadinya komplikasi-komplikasi pada diabetes.

2 comments:

novia nurinta mengatakan...

thankyou :)

Unknown mengatakan...

Mas boleh tau literarurnya?

Posting Komentar