Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Selasa, April 10, 2012

Community Assessment

Community Assessment
oleh:  
Pramita Rusdana Dewi, S.Ked*, Yusalin Efriliani, S.Ked*, M. Alif Fathur Rahman, S.Ked*, 
Hendra Nopriansyah, S.Ked*, Biana Lisa, S.Ked*, Prisya Dhiba Ramadhani, S.Ked*.

Pembimbing: dr. Mariatul Fadillah, MARS**

* Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas FK UNSRI
** Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas FK UNSRI

 
BAB I
PENDAHULUAN
Community assessment adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan informasi mengenai kebutuhan masyarakat dan besarnya kapasitas atau kekuatan yang ada dimasyarakat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam suatu program perencanaan, community assessment merupakan bagian terpenting karena fokusnya bersumber dari komunitas. Penilaian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu yang dapat menyebabkan dampak besar pada suatu komunitas. Communtity assessment memungkinkan untuk menentukan apakah telah terjadi perubahan kebutuhan penduduk di suatu wilayah.
            Kegiatan diawali dengan mengumpulkan sejumlah warga dalam suatu rapat/pertemuan kemudian membentuk suatu visi dan prioritas masalah yang membutuhkan suatu penyelesaian. Kerjasama ini terjadi antara masyarakat lokal yang menyediakan sarana berupa yayasan untuk community assessment. Di dalam sarana tersebut terdapat tenaga ahli profesional dalam menyelesaikan masalah dan masyarakat lainnya yang mudah dipengaruhi oleh rencana perubahan. Penilaian diperoleh dengan banyak teknik misalnya dengan wawancara, fokus groups, forum- forum publik ataupun mengamati data demografis yang dikumpulkan oleh perwakilan masyarakat setempat. Penilaian masyarakat dilakukan secara menyeluruh dengan melihat seluruh aspek, sistem, dan anggota masyarakat.
Community assessment berfokus pada aset lokal, sumber daya, aktivitas, kesenjangan serta hambatan atau kebutuhan yang muncul. Keberhasilan dapat terlihat dari segi pemahaman, ketepatan dalam penggunaan dan informasi akurat untuk membuat suatu keputusan. Hasil program community assessment dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi masyarakat, menangkap kecenderungan data internal dan eksternal, upaya advokasi dukungan, dan perencanaan program.
Tulisan ini membahas definisi, landasan teori, konsep, tujuan, indikator, teknik dan strategi yang dilakukan, prinsip, langkah- langkah, cara mengumpulkan data community assessment, proses dan evaluasi serta berbagai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknik pengumpulan informasi community assessment.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Definisi
Berdasarkan National Networks of Libraries of Medicine (NNLM), Community assessment didefinisikan sebagai suatu deskripsi sebuah komunitas dan orang-orangnya dengan tujuan mengidentifikasi kebutuhan komunitas dalam menyediakan pelayanan yang memedai terhadap kebutuhan tersebut. Sumber lainnya mendifinisikan community assessment sebagai suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan informasi mengenai kebutuhan masyarakat dan besarnya kapasitas atau kekuatan yang ada dimasyarakat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam suatu program perencanaan, community assessment merupakan bagian terpenting karena fokusnya bersumber dari komunitas. Pengumpulan data tidak harus luas tetapi harus cukup untuk mengidentifikasi kebutuhan dan prioritas dalam mendukung perencanaan keputusan. Dalam hal ini harus dipertimbangkan beberapa kondisi yaitu budaya, ekonomi dan fisik yang membentuk masyarakat.
Community assessment atau penilaian komunitas juga dapat didefinisikan sebagai kegiatan menilai kekuatan dan kelemahan suatu komunitas sebagai langkah awal pertama untuk merencanakan proyek pelayananan yang efektif. Dengan mempelajari isu yang terdapat dalam suatu komunitas, penilai dapat menemukan peluang baru untuk proyek pelayanan dan mencegah duplikasi aset komunitas yang telah ada.
 Menurut Outreach NNLM GMR Simposium terdapat dua macam konsep yang dapat digunakan dalam community assessment. Konsep tersebut meliputi konsep formal dan non formal. Berikut adalah konsep yang diajukan oleh Outreach NNLM GMR Simposium.
1.      Formal
a.       Data demografis 
Data demografis ini berasal dari  sensus  dan abstrak statistik.
b.      Survei
Tidak selalu tersedia dana untuk melakukan survei. Namun, dalam penyusunan dana atau budget dalam suatu community assessment dana untuk survei bisa saja dianggarkan.
c.       Key Informant Interviews
Metode ini dilakukan oleh orang yang terpercaya. Mereka bisa saja berasal dari anggota dalam suatu kelompok community assessment yang dihormati di masyarakat atau bisa jadi berasal dari kelompok lain yang bisa diajak bekerja sama.
d.      Focus group Discussion 
Diskusi ini dapat memakan waktu yang lama tetapi sangat efektif untuk mengetahui hal-hal yang selama ini belum jelas.
e.       Fungsi Masyarakat dan / atau Rapat 
Dalam hal ini, dapat ditentukan kebutuhan masyarakat melalui pertemuan-pertemuan.
2.      Informal
a.      WindShield Survey 
Melakukan pengamatan didaerah kelompok komunitas yang akan diteliti.
b.        Berjalan berjalan di sekitar area komunitas  yang akan direncanakan untuk diamati.
Berhenti di warung-warung kopi dan berbicara dengan masyarakat tentang hal-hal yang mereka butuhkan dapat menjadi cara yang cukup efektif.
c.       Kotak Saran.
Biarkan masyarakat memberikan dan mengekspresikan apa yang menjadi kebutuhan mereka secara tersembunyi dengan menuliskan saran tentang kebutuhan mereka yang diletakkan di dalam kotak saran.
II.2 Tujuan
Tujuan utama Community Assessment adalah untuk membuat keputusan tentang rancangan program dan layanan berbasis informasi dimana yang akan dikumpulkan dan dianalisis.
Analisa data masyarakat digunakan sebagai bahan :
            1. Mengidentifikasi permasalahan yang ada dan dirasakan oleh masyarakat
            2. Menetapkan kebutuhan masyarakat
            3. Menetapkan kekuatan masyarakat
            4. Mengidentifikasi pola respon sehat-sakit masyarakat
            5. Mengidentifikasi pola kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan.
Dengan melakukan community assessment dan perencanaan, kita dapat mengidentifikasi daerah terbesar dari kebutuhan masyarakat dan membuat program yang memenuhi kebutuhan tersebut. Dibandingkan dengan terus menghabiskan banyak sumber daya pada reaksi terhadap suatu masalah, akan lebih bijak untuk mencegah bagaimana masalah tersebut tidak terjadi. Berbekal hasil community assessment kita dapat menjangkau masyarakat dan menawarkan solusi di muka. dengan melakukan community assessment, kita mendapatkan kredibilitas, meningkatkan dukungan publik dan yang paling penting, menyelamatkan lebih banyak nyawa.

II.3. Manfaat
Setidaknya ada 7 manfaat dalam melakukan community assessment seperti yang dilakukan di American Indian/Alaska Native Head Start/Early Head Start programs. Namun dalam hal ini akan disajikan 6 manfaat saja untuk menyesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Manfaat tersebut adalah:
1.      Dapat membuat keputusan dan perencanaan
Community assessment adalah dasar untuk mendesain sebuah perencanaan, memilih partner komunitas, membuat kolaborasi dan mengimplementasikan pelayanan yang komprehensif untuk menemukan kebutuhan masing-masing keluarga dalam suatu komunitas. Dengan menggunakan data yang didapat dari community assessment, pemerintah dapat memfasilitasi suatu proses pembuatan keputusan.
2.      Pelatihan dan pengembangan sumber daya
Community Assessment yang komprehensif adalah cara yang efektif untuk mengedukasi staff, orangtua, dan pemerintah tentang apa yang mereka butuhkan, dan  kekuatan mereka, karakteristik keluarga dalam sebuah komunitas. Semua ini dapat digunakan untuk merencanakan suatu pelatihan yang memadai.
3.      Mengembangkan sumber daya komunitas
Community Assessment dapat membantu mengidentifikasi sumberdaya komunitas. Pengumpulan informasi melalui community assessment dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sumberdaya yang mereka punya.
4.      Advokasi
Community Assessment menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk advokasi dan menetapkan prioritas.
5.      Respon terhadap perubahan kebijakan dan program
Perubahan prioritas seperti kesejahteraan merupakan tantangan reformasi staf program. Community assessment dapat membantu program dan menjawab tantangan tersebut dengan merumuskan tujuan dan sasaran yang tepat.
6.      Dapat digunakan untuk mengajukan dana tambahan 
Community assessement dapat digunakan untuk mengembangkan program baru, membenarkan perlunya perluasan layanan, aplikasi dukungan untuk non-Kepala pendanaan Start, dan mengidentifikasi khusus dana untuk program untuk mengatasi kebutuhan.
Dengan kata lain, Community Assessment digunakan untuk membuat, merencanakan dan mengevaluasi program baik di tingkat penerima maupun pada tingkat federal. Keputusan tidak terbatas pada pilihan program, pusat lokasi, dan bagaimana layanan akan diterima oleh anggota komunitas. Communtity assessment memungkinkan untuk menentukan apakah telah terjadi perubahan kebutuhan penduduk di suatu wilayah. Hasil program Community assessment dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi masyarakat, menangkap kecenderungan data internal dan eksternal, upaya advokasi dukungan, dan perencanaan program.

II.4 Indikator
Indikator yang digunakan dalam suatu Community Assessment adalah:
a. Masalah Kesehatan
1.      Rata-rata imunisasi untuk anak-anak yang masih muda
2.      Persentase bayi dengan berat lahir rendah
3.      Tingkat perawatan prenatal
4.      Tingkat kelahiran untuk ibu tunggal di bawah 8 tahun
b. Kondisi Ekonomi
1.      Tingkat kemiskinan
2.      Jumlah siswa yang menerima makan siang dengan pengurangan/bebas harga
3.      Dewasa muda di sekolah atau dipekerjakan
4.      Tingkat mobilitas perumahan
c. Tingkat Sukses Sekolah
1.      Pengukuran prestasi akademik dalam melewati materi pelajaran di kelas
2.      Tingkat mobilitas pelajar
3.      Putus sekolah dan tingkat retensi-kelas
d. Masalah Keluarga
1.      Jumlah penempatan anak asuh
2.      Jumlah keluarga di daftar tunggu tempat penitipan anak
3.      Jumlah kasus Aid to Families with Dependent Children (AFDC)
e. Perkembangan Anak Usia Dini
1.      Tingkat mulai awal dan partisipasi prasekolah
2.      Persentase anak-anak dengan kebutuhan khusus
3.      Tingkat pengasuhan remaja

II.5 Prinsip –prinsip dalam Community assessment
Adapun beberapa prinsip community assessment adalah sebagai berikut:
1.      Membangun kemitraan
Pada prinsipnya membangun hubungan kemitraan adalah dasar proses Community Assessment. Landasan nyata dari suatu community assessment adalah hubungan yang terjalin antara orang dan organisasi yang ada dalam masyarakat tersebut serta saling mempercayai adalah kunci utama dalam melakukan community assessment. Kemitraan sangat berguna dalam melakukan community assessment karena banyak keuntungan yang dapat diambil dari masing-masing mitra.  Sebuah kemitraan umumnya terdiri dari warga masyarakat, lembaga-lembaga publik, dan organisasi berbasis masyarakat. Setiap anggota memainkan peran penting dalam membawa sumber daya untuk community assessment. Untuk melakukan community asssessment, kita dapat membangun hubungan yang ada untuk membentuk kemitraan atau mendirikan kemitraan yang baru. Terlepas dari apakah itu kemitraan baru atau yang ada, di belakang masing-masing kemitraan yang sukses adalah hubungan saling percaya antar para mitra. Sedangkan kemitraan yang sukses adalah di mana mitra:
1.    memiliki kekuatan sama untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
2.    hubungan saling menguntungkan
3.    terbuka untuk mendengarkan ide dan pendapat orang lain
4.    sabar dan mau bekerja melalui perbedaan
5.    saling percaya komitmen (waktu, sumber daya) untuk tujuan bersama
6.    bertindak atas hasil bersama
7.    menunjukkan tanggung jawab dan kepekaan terhadap mitra lain
8.    berkomunikasi dengan baik satu sama lain
2.      Pengembangan kapasitas komunitas
Community assessment harus mengembangkan kapasitas komunitas  untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kekuatan dalam komunitas tersebut. Prinsip ini didasarkan pada keyakinan bahwa masyarakat memiliki individu, organisasi, dan institusi yang dapat bersama-sama memahami, membuat keputusan dan menjalankan tindakan-tindakan untuk keuntungan komunitas mereka. Kapasitas komunitas meliputi komitmen, sumber daya, dan kemampuan dalam komunitas tersebut yang dapat dikembangkan dalam peningkatan kekuatan komunitas dan pemecahan masalah. Dalam rangka melakukan perubahan masyarakat, penting untuk membangun kapasitas warga masyarakat sehingga di masa depan mereka dapat mengembangkan keterampilan mereka sendiri untuk melakukan penilaian. Peran profesional adalah untuk bermitra dengan masyarakat, membantu memfasilitasi pengembangan kapasitas komunitas dan mendorong perubahan dalam kondisi sosial dan lingkungan yang mempengaruhi masyarakat.
Melalui Community assessment, suatu komunitas memperoleh keterampilan untuk mengumpulkan informasi yang mereka butuhkan. Mereka akan mampu menggunakan keterampilan di masa depan dengan sedikit bantuan dari Departemen Kesehatan Masyarakat atau organisasi-organisasi mitra. Melakukan penilaian lingkungan juga merupakan proses pembangunan kapasitas Departemen Kesehatan Masyarakat dan organisasi-organisasi mitra lainnya. Pengetahuan dan keterampilan di transfer dari masyarakat untuk staf Kesehatan Masyarakat dan organisasi mitra lainnya.


3.      Proses Community assessment dikendalikan oleh komunitas
Prinsip utama lainnya adalah bahwa proses community assessment perlu dikendalikan oleh warga masyarakat. Ini berarti bahwa masyarakat memutuskan apakah mereka ingin melakukan community assessment, apa yang mereka inginkan untuk dinilai, bagaimana mereka ingin melakukannya, bagaimana mereka ingin menyajikan hasil, dan bagaimana mereka ingin menggunakan hasil untuk tindakan masyarakat. Intervensi berbasis masyarakat adalah yang paling berhasil bila masyarakat memiliki peran sentral dalam mengidentifikasi masalah dan menentukan intervensi. (Institute of Medicine,988). Di suatu komunitas, warga masyarakat adalah pusat untuk merancang dan mengembangkan penilaian. Staf dari Departemen Kesehatan Masyarakat hanya menyediakan sumberdaya, keterampilan teknis dan bimbingan untuk menyelesaikan penilaian.
4.      Penekanan pada aset komunitas
Penekanan pada aset masyarakat sejalan dengan prinsip peningkatan kapasitas masyarakat. Aset  masyarakat berasal dari individu, kelompok, organisasi, dan institusi. Berikut adalah beberapa contoh aset masyarakat.
Kualitas Warga
Aset
Warga yang suka membaca

Warga yang suka berkebun

Warga yang suka menjadi relawan

Organisasi dan sumber daya lainnya
Bisa menjadi mentor anak-anak, membaca untuk orang tua yang sudah rabun
Dapat berbagi informasi tentang berkebun
Dapat menjadi bagian dalam kegiatan siskamling
Mungkin dapat menyumbangkan uang atau jasa

Aset masyarakat harus diidentifikasi oleh warga yang tinggal di daerah tersebut. Hal ini sering sulit bagi orang yang tidak tinggal di daerah tersebut untuk mengetahui apa yang ada, atau yang di dapat dari aset tersebut. Aset komunitas adalah sumber daya dalam masyarakat yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup. Menghubungkan aset individu dan kelompok dapat meningkatkan kekuatan seluruh masyarakat. Selain itu, proses identifikasi aset masyarakat membantu warga untuk lebih baik memanfaatkan sumber daya yang ada di komunitas mereka dan mengembangkan keterampilan yang dapat mereka gunakan dalam penilaian masa depan atau dalam memecahkan masalah.

II.6 Proses Community assessment
A.    Langkah Awal Sebelum Dilakukan Community assessment
Terdapat beberapa langkah yang diperlukan sebelum dilakukan penilaian masyarakat. Langkah-langkah tersebut yakni ruang lingkup penilaian, jumlah peneliti yang terlibat dalam penilaian, waktu pembatasan baris, memastikan relevansi dan ketersediaan data dan persetujuan formal dan informal diperlukan untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Penjelasan dari pertimbangan ini akan dijelaskan secara tersendiri.
1. Ruang Lingkup Penilaian
Lingkup Penilaian dapat ditentukan berdasarkan sumber dan survey terhadap daerah yang akan diamati.
2. Jumlah Peneliti yang  ​​Terlibat dalam Penilaian
Meskipun informasi yang kumpulkan dari berbagai sumber, lembaga dan penyedia layanan kesehatan, semua informasi dikumpulkan dan disusun akan dilakukan oleh peneliti sendiri.
3. Kendala Waktu
Penyelesaian tepat waktu dari penilaian diperlukan untuk memungkinkan dilakukannya umpan balik atau pun evaluasi.
4. Relevansi dan Ketersediaan Data Penilaian                                     
Dalam menentukan penilaian masyarakat, relevansi dan ketersediaan data penilaian harus diuji sebelumnya.
Langkah-langkah dalam melakukan community assessment bervariasi, tergantung pada masalah perencanaan yang dihadapai masyarakat. Kelompok perencanaan sebaiknya sudah memulai pekerjaan dalam mempersiapkan community assessment yaitu dengan memasukkan pemangku kepentingan (stakeholders), mengembangkan visi untuk masa depan komunitas, dan membuat daftar pertanyaan yang perlu dijawab oleh penilaian masyarakat. Ada lima langkah dasar dalam proses Community assessment:
a.       Langkah 1:  Merencanakan dan Mengatur
b.      Langkah 2:  Rancangan Pengumpulan Data
c.       Langkah 3:  Mengumpulkan Data
d.      Langkah 4:  Data Review dan Analisa Data
e.       Langkah 5:  Membuat Keputusan
B.     Objek
Mengenal karakter masyarakat yang akan diberi informasi akan menjadi proses yang panjang. Idealnya, jika waktu dan sumber daya memadai, data dapat dikumpulkan dari siapa saja (kerangka sampling) di suatu tempat yang mempunyai karakter yang diminati, namun pengumpulan data dari tiap orang jarang terjadi.
Sering sampel acak dipilih. Sampel adalah kelompok kecil yang diminta untuk ikut serta memberikan informasi. Sampel acak jika tiap orang yang berada dalam kerangka sampel memiliki kesempatan yang sama untuk sebuah sampel. Jika mengumpulkan informasi menggunakan sampel acak, daftar dari tiap orang dengan mengenal karakter daerah yang dilakukan penilaian terkadang sulit untuk diperoleh.
Untuk bukan sampel acak seperti grup, penting untuk memperhatikan orang yang akan memberikan informasi dalam suatu populasi. Tanpa memperdulikan mekanisme sampel. Harus dipertimbangkan untuk memberikan pertanyaan, jumlah pertanyaan, dan kuisoner yang dikirim, cara kuisoner dibuat.(ukuran, jarak tulisan, menarik perhatian responden).
Contoh jenis data pada Community Health Assessment adalah :
  1. Data Subjektif à data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang dirasakan oleh individu, keluarga, kelompok dan komunitas yg diungkapkan secara langsung melalui lisan.
  2. Data Obyektif à Data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan, pengamatan dan pengukuran.
  3. Pengkajian data dasar à pengkajian inti komunitas à dilakukan dengan singkat mengenai : data penduduk sebagai struktur inti
    1. Riwayat kesehatan yang ada ( bagaimana terjadinya resiko penyakit, jenis penyakit yang sering ada, mengenai siapa saja, berapa lama, didaerah mana, bagaimana upaya masyarakat, bagaimana program yang ada).
    2. Konsep diri (bagaimana persepsi anggota terhadap kelompok/masyarakat itu sendiri)
    3. Kultur à bagaimana perkembangan masyarakat itu sendiri, bagaimana nilai/keyakinan masyarakat, adakah tradisi khusus, bagaimana mengartikan sehat-sakit.
    4. Support à adakah dukungan dari profesi masyarakat, bagaimana bentuk dukungan yang ada
    5. Statistik à distribusi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, penghasilan, pekerjaan, suku, mortalitas, morbiditas, dll
C.    Pengumpulan data
Pada saat akan mengumpulkan data kita harus mengetahui siapa yang akan mengumpulkan data, bagaimana mengumpulkan data, dan bagaimana melaporkannya. Untuk itu dalam pengumpulan data diperlukan relawan dari grup kita yang dapat menyalurkan kuisoner jika jumlah relawan memadai dan pelatihan penyaluran relawan tersedia. Melakukan wawancara telepon, percakapan langsung, fokus grup, dan beberapa metode lainnya membutuhkan pelatihan khusus dan keterampilan. Sebuah kelompok harus  mempertimbangkan seseorang yang memiliki pengalaman diarea yang dipilih. Penelitian akan menghemat waktu untuk grup.
Grup sebaiknya mempunyai anggota yang berpengetahuan dalam membuat dengan informasi yang telah dikumpulkan. Frekuensi dihitung untuk respon terhadap pertanyaan. Kadang-kadang tambahan analisis  yang melihat perbedaan respon antara kelompok responden (misalnya, responden dengan tingkat pendidikan tinggi lebih mungkin untuk menjawab pertanyaan dengan cara tertentu) dapat dilakukan oleh orang dengan keterampilan dalam crosstabbing informasi. 
Membuat pemindahan respon ke pertanyaan terbuka (untuk survei surat dan telepon) dan komentar yang dikumpulkan menggunakan metode lain seperti fokus grup, percakapan langsung sangat membantu. Namun, meringkas atau menganalisis jenis informasi ini adalah proses subjektif. Seorang konsultan teknis dapat memberikan ringkasan atau memandu Anda melalui langkah-langkah dalam membuat ringkasan anda sendiri. Hasil analisa dari data dasar tersebut dijadikan bahan untuk diskusi pada lokakarya mini atau musyawarah dengan masyarakat.
Menilai kekuatan dan kelemahan komunitas adalah sebuah langkah awal yang penting dalam perencanaan proyek pelayanan yang efektif. Dengan mengambil waktu untuk belajar tentang isu-isu masyarakat anda, kelompok dapat membuat suatu kesempatan baru untuk proyek pelayanan dan mencegah duplikasi dari aset masyarakat yang telah ada.
Communities in Action (605A-EN) memberikan petunjuk rinci untuk melakukan penilaian masyarakat yang efektif. Alat berikut dapat digunakan bersama-sama dengan penilaian untuk memastikan bahwa proyek akan memenuhi kebutuhan masyarakat dan membuat penggunaan terbaik dari sumber daya yang tersedia. Kelompok-kelompok bisa mengadaptasi assesment murah ini sesuai masyarakat mereka. Alat-alat Community assessment terdiri dari: survey, inventarisasi asset, pemetaan masyarakat, jadwal kegiatan harian, kalender musiman, cefe masyarakat, focus group, diskusi panel. Cara dalam mengumpulkan data untuk melakukan community assessment dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.      Focus Group
Sebuah focus group adalah kelompok kecil yang datang bersama-sama untuk menanggapi serangkaian tertentu pertanyaan. Hal ini digunakan untuk mendengarkan orang-orang dan mempelajari pendapat mereka tentang suatu topik. Informasi yang dikumpulkan melalui diskusi kelompok tentang topik tertentu adalah data. Hasilnya dapat digunakan untuk menjadi acuan kegiatan kelompok selanjutnya. Sebuah kelompok fokus dapat:
1.      Membawa ide-ide baru dan berbeda
2.      Mengumpulkan informasi dalam waktu singkat
3.      Mengumpulkan informasi yang luas pada satu topik
4.      Menangkap lebih mendalam dan intensitas respon dari survei

1 comments:

Pemberdayaan Umat mengatakan...

Kepada Yth.
CEO / PEMILIK PERUSAHAAN / HRD / SDM / KEPEGAWAIAN
Semangat Sore ...
Disini kami bisa membantu Perusahaan Instansi Bapak Ibu untuk
MEMETAKAN, MENGANALISA, MEMBEDAH, MENYINGKAP & MENGUNGKAP tabir Rahasia POTENSI dan KARAKTER dalam hal KOMPETENSI PEKERJAAN setiap karyawan dan pegawai secara DETAIL, CEPAT & AKURAT. Sehingga karyawan dapat bekerja sesuai dengan PASSION nya wal hasil akan maksimal dalam bekerja dibidangnya (on The Right Man On The Right Job).
Untuk selengkapnya silahkan hubungi kami di HP 0813 98 515657, 0858 90 333459, 0817 91 85625 atau buka di website kami www.gfast.id
Salam
Tim Gfast Indonesia

Posting Komentar