Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Senin, April 30, 2012

Jangan Mau Jadi Dokter Umum


Orang Bodoh yang Disebut Dokter Umum

Di mata masyarakat awam, sejak dulu sampai sekarang, selalu ada persepsi bahwa menjadi dokter itu enak karena akan mapan secara ekonomi. Mungkin itu yang berlaku jika sudah menjadiseorang dokter spesialis. Tapi apakah hal demikian juga berlaku bagi para dokter umum?

Marilah kita lihat perjalanan seseorang untuk menjadi dokter umum. Ketika tamat SMU, untuk masuk fakultas kedokteran maka orangtua calon mahasiswa FK harus menyiapkan biaya mulai dari uang masuk yang besarnya puluhan juta hingga ratusan juta rupiah, kemudian uang semesteran dan lain-lain yang besarnya jutaan rupiah per semester. Belum lagi uang untuk membeli textbook yang umumnya impor ataupun terjemahan dengan harga yang dari puluhan ribu hingga jutaan (atlas anatomi Sobotta sekitar 1,2 - 1,4 juta/set) serta uang untuk membeli peralatan kedokteran yang standar (stetoskop, palu reflek). Lalu ketika menjalani kepaniteraan klinik/ masa co ass/ magang di RS pendidikan, maka masih dikenakan pula biaya untuk magang, seperti yang sempat dihebohkan adalah di Sulawesi Selatan karena diminta sebesar Rp. 60.000/minggu. Itu semua belum termasuk biaya hidup selama menempuh pendidikan yang lamanya sekitar 5-6 tahun.

Bila sudah tamat, maka bagi dokter umum yang freshgraduate masih belum bisa untuk praktek guna mencari nafkah. Mengapa? Sebab harus melalui Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI), sebagai syarat untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang dikeluarkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) dengan masa berlaku 5 tahun. STR ini merupakan syarat mutlak untuk memperoleh ijin praktek. Sedangkan semua dokter umum yang lama, harus selalu memperbarui STR itu setiap 5 tahun yang bisa dilakukan dengan 2 cara, menempuh UKDI atau melalui pengumpulan Satuan Kredit Partisipasi (SKP) melalui berbagai kegiatan. Yang khusus untuk dokter umum adalah sebesar 250 poin dalam 5 tahun. Salah satu cara memperoleh kredit ini adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan ilmiah seperti workshop, training, simposium dll yang biayanya mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Apalagi bagi para dokter umum yang bertugas di daerah sangat terpencil, maka mereka juga harus mengeluarkan biaya transportasi yang besarnya jutaan rupiah, sebab kegiatan tersebut umumnya hanya ada di Jawa. Sekedar ilustrasi, di tahun 2006, untuk perjalanan dari distrik Sawa Erma ke Agats (ibukota Asmat) , memakan biaya sekitar 1 - 2 juta sekali jalan, kemudian biaya penerbangan dari Agats ke Timika sekitar 600 ribu - 1 juta sekali jalan. Kemudian Penerbangan dari Timika - Jakarta minimal 2-3 juta sekali jalan. Jadi untuk sekali perjalanan P.P dari puskesmas ke Jakarta bisa menghabiskan sekitar 7,2 - 12 juta. Ini adalah harga tahun 2006 ketika saya kebetulan berada di sana. Entah kalau sekarang.

Di lain pihak, dokter juga manusia, juga tak lepas dari tuntutan untuk menghidupi keluarganya, yang berarti meliputi uang untuk keperluan makan sehari-hari, uang susu dan popok si balita, uang sekolah anaknya yang lebih besar, ongkos ke tempat kerja, uang listrik, uang telepon, cicilan rumah dan sebagainya malah ada pula yang untuk membantu menutupi biaya hemodialisa orang tuanya maupun juga memenuhi tuntutan profesinya untuk terus meng”update” ilmu baik melalui buku maupun kegiatan yang telah saya sebutkan di atas yang tak sedikit memakan biaya. Selain itu, banyak yang tak tahu, mayoritas dokter yang bekerja di klinik maupun di rumah sakit, khususnya dokter yang non PNS, tak memperoleh perlindungan dan jaminan sosial maupun kesehatan dari tempatnya bekerja. Padahal seperti yang kita ketahui semua profesi tenaga kesehatan sangat rentan untuk tertular berbagai penyakit. Sedangkan dengan beban kerja yang sedemikian berat, wajarlah jika kondisi tubuh mudah menurun dan mudah sakit jika tak pintar menjaganya.

Dengan segala pengeluaran itu mulai dari kuliah hingga meraih gelar dokter dan ketika telah menjalankan profesi dokter, lantas apakah penghasilan seorang dokter umum mencukupi? Berapa besar sih sebenarnya penghasilan seorang dokter umum?

Memang rejeki setiap orang adalah berbeda-beda, tapi secara umum, rata-rata penghasilan dokter umum di Indonesia yang jaga di klinik/RS swasta adalah sekitar 150 - 300 ribu/hari. Kelihatannya besar namun kenyataannya adalah, penghasilan sebesar itu adalah hasil dari kerja nonstop selama 8-24 jam, dengan rata-rata 12 jam/hari. Tapi kenyataan yang ada juga tak selalu demikian. Ada adik kelas saya yang ketika tamat, bekerja di klinik di sebuah kota besar dengan jam kerja 3 x 24 jam/minggu, memperoleh penghasilan hanya 800 ribu/bulan. Sedangkan istri teman saya, yang juga seorang dokter umum, ketika bekerja di Semarang memperoleh penghasilan hanya sekitar 1,2juta/bulan. Padahal jam kerjanya adalah 12 jam /hari selama 5 hari/minggu. Berarti 240jam/bulan dan jelas itu sudah tak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku. Dan bila dihitung berarti hanya memperoleh 5 ribu/jam atau seharga tarif parkir mobil di jakarta. Apakah cara memperlakukan profesi yang dituntut oleh semua pihak agar selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tak boleh melakukan kesalahan seperti itu manusiawi?

Sedangkan bagi mereka yang menyandang sebagai pengabdi masyarakat karena dibayar oleh negara, maka untuk seorang dokter PNS yang baru, penghasilan yang diperoleh melalui gaji dan berbagai tunjangan adalah sekitar 3 juta/bulan. Kalah dari gaji seorang guru yang tak pernah dibangunkan di malam hari ketika pintunya digedor karena ada yang memerlukan pertolongan. Tapi bukankah ada uang komisi dari farmasi dan lab? Memang tak akan dipungkiri bahwa dokter umum (dan dokter spesialis juga) memperoleh komisi dari obat yang diresepkan, atau bila dokter tersebut melakukan praktek dispensing (memberikan obat secara langsung) maka dapat memperoleh keuntungan dari selisih harga obat yang dibeli dengan harga yang dikenakan untuk pasien. Hal ini cenderung akan mengarah pada pemberian obat dalam jumlah banyak dan tidak rasional guna memperoleh keuntungan tambahan. Dan ini umumnya di daerah perkotaan. Tapi harap diingat, tak semua dokter tergoda untuk melakukan hal itu. Namun umumnya dokter yang tak melakukan hal itu malah justru sering dicap bodoh oleh rekannya.

Sedangkan para dokter yang bertugas di daerah sangat terpencil, malah cenderung tidak melakukan hal seperti itu, bahkan bila mau sekalipun juga hampir tak mungkin melakukannya.

Dengan segala hal itu, makanya tak heran jika pernah ada yang bilang pada saya: “Adalah bodoh jika menjadi seorang dokter di jaman sekarang ini. Dan adalah lebih bodoh lagi jika hanya menjadi seorang dokter umum karena tidak akan pernah bisa kaya”. Tapi biar bagaimanapun, masyarakat tampaknya tetap mebutuhkan orang bodoh macam ini. Apalagi yang berada di daerah terpencil dan sangat terpencil yang sudah jelas masih sangat membutuhkan orang bodoh yang disebut dokter umum. 
Komentar saya:
  1. Jadi dokter emang sangat melelahkan. Jujur, sekolah yang sangat lama saya rasakan sangat membosankan. di saat teman2 dari profesi lain sudah bekerja dan berumah tangga, anak2 kedokteran masih berkutat dengan pendidikannya. 
  2. Di saat teman2 jurusan lain sudah meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mahasiswa kedokteran masih harus menyelesaikan studinya.
  3. Kalo dokter lurus2 aja, jarang yang bisa kaya. ujung2nya, duit lebih penting dari kemanusiaan. gara2 itu, banyak juga yang mengecap dokter itu kalau gak bodoh ya malpraktek. hal itu hanya karena seorang oknum, dan bukan semua dokter.
  4. Saya Juga menyesal mau2nya masuk ke Fakultas ini. Andai saya waktu itu memilih untuk tetap melanjutkan studi di Teknik Elektro, mungkin sekarang saya sudah melanjutkan ke strata yang lebih tinggi. 
  5. Tapi, asalkan ikhlas menjalaninya, profesi ini bisa menjadi nilai plus bagi seseorang.
  6. Intinya jadi dokter itu "emang bodoh". Berat didapat, tanggung jawab besar, gaji kecil, dapat cemoohan lagi. bohong yang bilang gaji dokter besar. jadi dokter itu capek dan lama.
  7. Jadi Dokter banyak dapat hinaan. Semua gara2 "oknum tertentu" yang katanya bergelar dokter tapi pikiran dan hatinya bukan dokter. semua dokter jadi kena imbasnya. (lihat komentar paling bawah.
  8. Kalau masalah biaya, salah jika menilai sekolah dokter mahal. buktinya di kampus saya yang kalau dihitung2, lebih mahal kuliah di akper dibanding di kampus saya. disini juga ada yang namanya kakak diktat, jadi untuk buku gak ada massalah kayaknya. lagipula sekarang ada internet. banyak bahan yang bisa kita ambil. jurnal2 juga sudah bisa didownload. gak kayak zaman dulu.
  9. Tambahan Komen dari kaskus (@harrysastro):
    UU yang mengatur sistem jaminan kesehatan (healthcare) di negeri ini memang perlu segera di update. Idealnya, pemerintah perlu menerapkan universal coverage utk kesehatan. Dengan demikian, jadi lebih mudah bagi pemerintah untuk menjamin kesejahteraan (welfare) dan kekinian ilmu para dokter. Sekarang ini sistem kesehatan yang kita anut tidak jelas, di satu sisi menyerahkan mekanisme supply demand tenaga medis ke pasar, di sisi lain mewajibkan tenaga medis untuk mendedikasikan sebagian waktunya untuk layanan publik. Sistem banci dan bebas intepretasi seperti ini sering makan korban, karena memberikan celah eksploitasi.

    Mirisnya, kadang organisasi lobi tenaga medis (e.g. IDI),perusahaan farmasi dan oknum dokter2/prof2 senior pembuat kebijakan di Depkes sendiri yang tidak mau negara ini menerapkan universal coverage. Alasannya, mereka takut dokter (spesialis) tidak bisa kaya banget (karena semuanya gratis), dan perusahaan farmasi turun laba. Padahal kalau mereka mau nonton dokumenternya Michael Moore yang judulnya SICKO tentang perjuangan perubahan sistem health care di US, mereka bisa melihat bahwa kehidupan para dokter yang hidup di sistem universal coverage (e.g. Inggris, Prancis) lebih tenang, tentram dan tetap sejahtera...dibanding para dokter di US (yg pada saat film itu dibuat) masih belum menerapkan universal coverage. Bisa dibandingkan disitu, betapa humanisnya sistem layanan kesehatan (dan tenaga medis yang mengawakinya) dibawah sistem universal coverage.


    *Buat para dokter muda atau mahasiswa kedokteran yang kebetulan baca komen ini, ane cuma berharap kepada kalian untuk mulai berpikir dan membuat gerakan untuk mengubah sistem jaminan kesehatan di negara ini. Jangan sampai inisiatifnya diambil oleh kelompok lain (misal anak ekonomi, yg setahu gue mulai banyak doktor ekonomi yg disertasinya tentang health care economics). Malu kalau sampai hajat hidup kalian diperjuangkan oleh orang lain, termasuk oleh TS yg engineer.

Untuk cemoohan orang tentang dokter umum:
  1. Untuk masalah ilmu, saya yakin. Dokter Indonesia gak kalah lebih pintar dibanding dokter lulusan Malay ataupun Singapore. Saya sekolah dokter bersama anak2 malay, ada juga yang dari mastriicht university Belanda. dan saya rasa kita tidak kalah pintar bahkan lebih dari mereka. kalau dari cerita dari anak malaysia sendiri, kuliah dokter disana gak pegang pasien. masak udah clerkship, ukur tekanan darah doang kagak bisa. dokter itu praktek, bukan teori. Skill dokter indonesia lebih baik dibanding orang luar.
  2. Kalau orang2 bilang di indonesia pelayanan kurang. disana juga sebenarnya standarnya sama. perlu lab, perlu penunjang diagnostik. Perlu waktu lama untuk diagnosa pasien. bedanya disana alat mereka udah canggih, lah alat kita, jauh tertinggal. kalau kita mau serius menerapkan ilmu kita, pasien pasti akan marah. karena lama untuk diagnosa. kalau gak diterapkan, dibilang mal praktek, dan sebagainya. dibilang dokter indonesia dukun. pegang2 dikit bisa tahu diagnosa. (kalau di dunia kedokteran, physical diagnostic itu pegang peranan 80% untuk diagnosa. dibanding penunjang diagnostic. jadi ,dokter hebat  itu bisa dilihat dari physical diagnostic dan anamnesanya). yang salah siapa. penyedia layanan kedokteran. alias pemerintah. (lihat aja, swasta jauh lebih dipilih karena penunjang diagnostik mereka lebih lengkap)
  3. Coba lihat di daerah sangat terpencil, dokter disana hebat2. dengan semua kekurangan, bisa diakali dengan hal lain. Ingat kisah dokter papua yang sectio caesarea dengan menggunakan silet. hebat gak tu. coba kalau disana ditempatkan dokter yang udah biasa di Gleneagles singapore, saya jamin pasti keteteran. gak tahu mau ngapain. rujuk susah, gak dirujuk mati.
  4. Ini bagian dari kultur org indonesia yg konsumtif dan suka produk luar negeri alias lebih bergengsi bila berobat keluar negeri,suka menganggap bahwa org luar negeri lebih pinter. Saya rasa ini juga berlaku bagi profesi lain,insunyur luar negeri pasti lebih dianggap pinter dari produk lokal sehingga gajinya pasti lebih besar dari insinyur lokal
  5. Prinsip2 dokter di seluruh dunia sama, primum no nocere a.k.a first do no harm, faktor komunikasi dokter-pasien saat ini juga sudah berkuruang, jadi masih banyak gap2 yang menyebabkan konflik seperti ini. Seandainya komunikasi lancar dokter dan pasien saling memahami dan mengerti InsyaAllah tidak terjadi seperti ini. itulah masalah pelayanan dokter indonesia.
  6. Mengenai pelayanan yang kurang, semua profesi pasti punya oknum dalam perusak pencitraan. contohnya, polisi. gak semua polisi jahat. 
  7. Jangan ngomong tentang profesi seseorang bila belum tahu seluk beluknya.    

Jaya Terus Dokter Indonesia!!!!!!

23 comments:

ita mengatakan...

ada kecenderungan saat ini dokter2 umum kita sudah menurun kemampuannya,sbg contoh membaca ekg normal tidak bisa dan cenderung mengandalkan pemeriksaan penunjang dan konsul dibanding anamnesa dan PF dalam diagnosa pasien.apa yg salah dgn pendidikan kedokteran kita?

m arapik mengatakan...

terimah kasih tutorialnya, jangan lupa mampir disni http://www.unsri.ac.id/

dhini tri mengatakan...

terimah kasih tutorialnya, jangan lupa mampir disni http://www.unsri.ac.id/

afrel ihza saputra mengatakan...

saya ingin jadi dokter.
tpi setelah saya membaca ini saya jadi tidak semngat.

dan memang semahal itu ya.

dr. Hendra Nopriansyah mengatakan...

untk dik afrel. semua profesi pasti ada tantanganny. untk profesi dokter, ya it td tntngannya. ykin saja dgan apa yg kta pilih.

masuk kdokteran tdak smahal yg ada pd tlisan di atas kok. bktinya saya hanya anak seorang pns gol 3 sja bisa.

trisnadwilestari mengatakan...

semoga kehidupan dokter nantinya bisa seluruhnya sejahtera. semoga pemerintah menetapkan kebijakan yang rasional kali ini. dan semoga para dokter tetap pada tujuan awal mereka saat masuk FK, murni hanya untuk menolong orang.

dokter dituntut untuk selalu meMANUSIAkan MANUSIA, namun seringkali feedback yang diterima malah sang dokter tidak terlihat seperti manusia lagi, harus jaga tiap malam menahan rasa kantuk namun harus tetap menyiapkan otak untuk bergulat dengan darah yang tidak mau berhenti akibat parang masih menempel di kepala, tulang yang patah tak karuan akibat kecelakaan dan kejadian-kejadian aneh lain yang sering ditemui di UGD.

jika dipikir-pikir ini sama saja seperti zaman penjajahan dahulu, hanya saja kali ini yang menjajah adalah pribumi itu sendiri.
namun semua memang berpulang ke individu dokternya itu sendiri, jika memang tetap pada tujuan awal, insya Allah marwahnya akan tetap terjaga sebagai sang penolong yang ikhlas, bukan cap dokter bodoh atau dukun seperti kebanyakan yang terjadi.
untuk masalah rezeki, pastilah itu sudah diatur sendiri. semua sudah ditulis di sana, hanya saja kita tidak mempunyai kesempatan untuk menconteknya, makanya harus berjuang keras..

nice blog dok :D

irfan mengatakan...

hmm... duhh jd ragu nih jd dokter :(

dok, boleh nanya ngak berapa biaya kuliah dokter tu per smerternya dok ??

Caroline Prisilia Marsella mengatakan...

@irfan : biaya kuliah per semester berbeda-beda tiap universitas jd kalau mau yg murah ya di univ.negeri dan lulus lewat SNMPTN
Kalau saya yg dari unhas dri mulai kuliah sampe slesai tiap semesternya cuma bayar spp 750ribu saja. Terjangkaukan... :)

Elvis kmer mengatakan...

sangat inspiratif, memang utk menjadi dokter perlu suatu perjuangan yg sangat besar dan tentu ketika jadi dokter kerja pun berat karna menyangkut nyawa manusia, dan semoga dokter2 tidak hanya sekedar mengejar uang tapi juga lebih ke menolong sesama,,,makasih uda berbagi ... (www.kingmotivation.blogspot.com)

Ricko Septian Wijaya mengatakan...

Sebagai informasi :
Sumber : http://ngada.org/uu11-2014.htm

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2014
TENTANG
KEINSINYURAN

BAB V
PROGRAM PROFESI INSINYUR

Pasal 7
(1)Untuk memperoleh gelar profesi Insinyur, seseorang harus lulus dari Program Profesi Insinyur.
(2)Syarat untuk dapat mengikuti Program Profesi Insinyur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a.sarjana bidang teknik atau sarjana terapan bidang teknik, baik lulusan perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri yang telah disetarakan; atau
b.sarjana pendidikan bidang teknik atau sarjana bidang sains yang disetarakan dengan sarjana bidang teknik atau sarjana terapan bidang teknik melalui program penyetaraan.
(3)Program Profesi Insinyur dapat diselenggarakan melalui mekanisme rekognisi pembelajaran lampau.

Pasal 8
(1)Program Profesi Insinyur diselenggarakan oleh perguruan tinggi bekerja sama dengan kementerian terkait, PII, dan kalangan industri dengan mengikuti standar Program Profesi Insinyur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4).
(2)Seseorang yang telah memenuhi standar Program Profesi Insinyur, baik melalui program profesi maupun melalui mekanisme rekognisi pembelajaran lampau, serta lulus Program Profesi Insinyur berhak mendapatkan sertifikat profesi Insinyur dan dicatat oleh PII.
(3)Ketentuan lebih lanjut mengenai Program Profesi Insinyur diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Pasal 9
(1)Gelar profesi Insinyur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) disingkat dengan Ir. dan dicantumkan di depan nama yang berhak menyandangnya.
(2)Gelar profesi Insinyur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh perguruan tinggi penyelenggara Program Profesi Insinyur yang bekerja sama dengan kementerian terkait dan PII.

Anonim mengatakan...

semua tergantung rezeki masing2..sy pada saat menjadi dokter umum Alhamdulillaah bisa dapat 20-30jt per bulan...

Selens Seren mengatakan...

www.seasonbet77.com
http://198.50.133.242
Agen Judi | Agen Bola | Agen Sbobet

Agen Sbobet
Agen Judi
Agen Bola
Agen Judi Online
Agen Casino
Prediksi Bola
Agen Tangkas
Agen Poker
Agen IBCBET
Agen 1sCasino

Anonim mengatakan...

kalau mau KAYA jangan jadi Dokter! tapi lebih baik jadi Pengusaha saja !

yunita kusumawardani mengatakan...

Mmm makin galau...semoga dokter umum di perhatikan nasibnya..mau sekolah spesialis udah mahal sulit masuknya..dinasti masih kental

yunita kusumawardani mengatakan...

Mmm makin galau...semoga dokter umum di perhatikan nasibnya..mau sekolah spesialis udah mahal sulit masuknya..dinasti masih kental

Arya Theresia mengatakan...

KABAR BAIK !!! KABAR BAIK !!! KABAR BAIK!!!

Halo semua, nama saya Ibu Arya Theresia, saya dari Indonesia, saya ingin menggunakan media ini untuk berbagi kesaksian saya tentang bagaimana saya mendapat pinjaman saya dari MRS CHRISTY MORRIS PINJAMAN FIRM karena begitu banyak lender palsu kredit di sini di internet dan juga untuk membiarkan Anda tahu bahwa saya adalah korban dari penipu internet selama 6 kali, jadi saya tidak kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat handal disebut MRS. CHRISTY MORRIS yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp850,000,0000 dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan, saya sarankan CHRISTY MORRIS LOAN FIRM adalah yang terbaik dan saya berdoa Tuhan akan memberkati mereka dan menjaga bisnis mereka ke depan, Amin
Jika Anda memerlukan saran tentang bagaimana saya pergi melalui dengan itu, saya wil senang untuk menempatkan Anda melalui, Anda dapat menghubungi saya melalui email: aryatheresia750@gmail.com
Anda dapat menghubungi perusahaan langsung pada pinjaman mereka
Email: christymorrisloanfirm@gmail.com
Terima kasih
arya Theresia

Lady Mia mengatakan...

KABAR BAIK!!!

Nama saya Aris. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah penipuan oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 Juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah dia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan kehilangan Sety saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia Dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan.

siti qotijah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
siti qotijah mengatakan...

mau tanya min, emang kalo masuk elektro bisa lebih kaya dari kedokteran? saya kira enggak... karena prioritas manusia lebih butuh kesehatan

Dody Mahulette mengatakan...

Aku sekarang kelas XII dan emang pingin jadi dokter. Aku udah tau resiko jadi dokter sebelum baca tulisannya kakak. Aku tau kalo dokter itu kerja nya berat, gaji ga seberapa, tuntutan pekerjaan segunung, udah gitu sekolahnya berat (katanya) lagi.

Tapi satu hal yang bikin aku kekeuh tetep pingin jadi dokter. "Sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi sesamanya."

Sapa sih yang ga butuh dokter? Sapa sih yang kalo sakit pergi dukun? Sapa sih yang kalo sakit cuman ngandalin tips2 di google? PASTI BUTUH DOKTER. Indonesia aja kekurangan tenaga dokter.

Semua kembali lagi ke tujuan individu masing2. Kalau tujuannya 'money-oriented', jelas dia bakal MENYESAL jadi dokter. Tapi kalo tujuannya pure untuk kemanusiaan, seberat apapun masalah di sekolah dokter atau pekerjaan sbg dokter, pasti bisa dilalui.

Aku masih SMA, terus aku ngomong gini, aku gak bermaksud 'sok tahu' atau 'sok bijak' dsb. Aku cuman miris aja sama pandangan orang2 yg ngerendahin profesi dokter. Mereka lupa dulu waktu mereka lahir sapa yang bantuin kalo bukan dokter? Keluar sendiri? Potong tali puser sendiri? Lu manusia apa siluman wkwk

setia budi budi mengatakan...

sesuatu yang berat diraih pasti ada ke muliaan nya.
hukum universal itu.
selamat belajar utk maba, selamat belajar utk mahasiswa kedokteran.
bisa menolong orang sekaligus profit income.
mangemen pendidikan dokter, murah hati dan berikan fasilitas terbaik utk mahasiswa.
adik2 calon dokter sudah berjuang keras included ortunya.
berikan yang terbaik utk anak didik
selamat sukses bahagia selalu

Ainah Ann mengatakan...

Halo, saya Ainah Ann, saat ini saya tinggal di indonesia. Saya hampir muak dengan kehidupan beberapa bulan yang lalu karena saya membutuhkan uang untuk membayar tagihan saya, dan karena situasi saya, saya sangat ingin mendapatkan pinjaman untuk membayar tagihan saya yang sudah dikeluarkan dan membiayai bisnis saya. Semua usaha saya untuk mendapatkan pinjaman dari perusahaan pinjaman swasta dan korporasi internet ini benar-benar sia-sia.
 
Poin terakhir saya untuk mengatakan selamat tinggal pada pencarian pinjaman adalah ketika Tuhan menyerahkan kepada saya sarana rezeki saya untuk bisnis dan mata pencaharian saya sampai saat ini, yang memberi saya pinjaman sebesar 750 juta Rupee Indonesia. Saya hanya harus bersaksi secara online ini karena saya tahu ada banyak orang di luar sana yang mencari jenis perbuatan baik ini, dan pada saat yang sama saya harus menceritakan dunia tentang kesempatan besar yang menanti mereka.
 
Mengamankan pinjaman tanpa jaminan, Tidak ada pemeriksaan kredit, tidak ada penandatanganan, dan tidak ada biaya pinjaman, hanya dengan tingkat bunga 2% saja dan rencana pembayaran dan jadwal yang lebih baik. Jangan buang waktu lagi, dan bayar tagihan Anda dengan bantuan Maureen Kurt Financial Service. Anda dapat menghubungi dia melalui (maureenkurtfinancialservice@gmail.com). Dia wanita yang baik hati dan kebajikan, jadi jangan takut untuk bertemu dengannya untuk meminta bantuan. Jika ada keraguan atau ketakutan, Anda selalu bisa menghubungi saya melalui ainahann10@gmail.com

lina mengatakan...

http://sisiusus260.blogspot.com/2017/11/penasaran-pria-ini-mencicipi-mie-sapi.html

http://sisiusus260.blogspot.com/2017/11/makanan-lezat-untuk-vagina-sehat.html

http://sisiusus260.blogspot.com/2017/11/serunya-sensasi-bercinta-di-usia-30-an.html

http://sisiusus260.blogspot.com/2017/11/tak-cukup-berhenti-merokok-ini-4-cara.html


joint us :
* BBM: D1E0517C / 2B3F0E24
* WHATSAPP:+6282143134682
* LINE: PELANGIQQ
* WECHAT: pelangiqq

Posting Komentar