Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Jumat, Maret 30, 2012

Demam Berdarah Dengue (Dengue Heat Fever) Pada Dewasa


Definisi kasus DBD (case definition) menurut kriteria WHO (1997) harus memenuhi semua keadaan di bawah ini, meliputi:
1) Demam atau riwayat demam akut selama 2-7 hari, kadang-kadang bersifat bifasik.
2) Manifestasi perdarahan bersifat sebagai salah satu di bawah ini:
    • Tes tourniquet positif
    • Petekie, ekimosis purpura
    • Perdarahan mukosa, saluran cerna, bekas suntikan atau tempat lain
    • Hematemesis atau melena
3) Trombositopeni (<100.000/uL).
4) Bukti adanya kebocoran plasma karena meningkatnya per-meabilitas vaskuler, bermanifestasi sebagai salah satu di bawah ini:
    • Kenaikan hematokrit >20% diatas nilai rata-rata hematokrit untuk populasi, umur dan jenis kelamin.
    • Penurunan nilai hematokrit >20% dari nilai dasar setelah pengobatan cairan untuk mengatasi hipovolemi.
    • Tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, ascites dan hipoproteinemi.
Berdasarkan kriteria tersebut untuk diagnosis klinik harus dipenuhi kriteria kenaikan hematokrit  >20% sebagai bukti ada-nya kebocoran plasma. 

Sedangkan Demam Dengue merupakan penyakit demam akut selama 2-7 hari, ditandai dengan dua atau lebih manifestasi klinis sebagai berikut:
• Nyeri kepala.
• Nyeri retro-oebital.

• Mialgia / artralgia.
• Ruam kulit.
• Manifestasi perdarahan (petekie atau uji bending positif).
• Leukopenia.
dan pemeriksaan serologi dengue positif, atau ditemukan pasien DD/DBD yang sudah dikonfirmasi pada lokasi dan waktu yang sama.

Dari keterangan di atas terlihat bahwa perbedaan utama antara DD dan DBD adalah pada DBD ditemukan adanya kebocoran plasma (Plasma Leakage). (WHO, 1997)

WHO membagi menjadi 4 derajat manifestasi klinis, yaitu:
  1. DHF derajat I: Tanda-tanda infeksi virus, dengan menifestasi perdarahan yang tampak hanya dengan Uji Torniquet positif. 
  2. DHF derajat II: Tanda infeksi virus dengan manifestasi perdarahan spontan (mimisan, bintik-bintik merah) 
  3. DHF derajat III: Disebut juga fase pre syok, dengan tanda DHF grade II namun penderita mulai mengalami tanda syok; kesadaran menurun, tangan dan kaki dingin, nadi teraba cepat dan lemah, tekanan nadi masih terukur. 
  4. DHF derajat IV: Atau fase syok (disebut juga dengue syok syndrome/DSS), penderita syok dalam dengan kesadaran sangat menurun hingga koma, tangan dan kaki dingin dan pucat, nadi sangat lemah sampai tidak teraba, tekanan nadi tidak dapat terukur.
Berikut Tatalaksana DBD pada Dewasa:

 
Penderita dipulangkan apabila didapatkan nilai Hb, Ht dalam batas normal dengan jumlah trombosit > 100.000/ mm3

Kebutuhan cairan perhari 1500 + {20 x (BB dlm kg – 20). Setelah dilakukan evaluasi selama 24 jam, bila Hb dan Ht meningkat 10-20% dan Trombosit < 100 ribu, pemberian cairan tetap seperti rumus di atas evaluasi Hb Ht dan Trombosit tiap 12 jam. Bila Hb dan Ht meningkat > 20%, dan Trombosit < 100 ribu– protokol berikut (protokol 3).






Sumber: http://ocw.usu.ac.id/course/download/111-tropical-medicine/tmd_176_slide_penatalaksanaan_dbd_pada_dewasa.pdf

3 comments:

Obat Herbal Katarak mengatakan...

nice post sob

Unknown mengatakan...

*dengue hemorrhagic fever

Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kab Banyuwangi mengatakan...

mantap

Posting Komentar