Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Selasa, Desember 18, 2012

Terima Kasih, Allah


Dan benarlah ketika do'a kita belum diijabah olehNya maka yakinlah akan ada saat yang tepat, sesuatu yang tepat dan tempat yang tepat, yang semuanya terbaik yang telah Ia persiapkan!!!! Maka berdo'alah karena Dia akan memberikan yang terbaik untukmu...

Terima Kasih untuk kado ulang tahunku, ya Allah.. Kado terindah tepat sehari sebelum ulang tahunku. Kelulusanku menjadi seorang dokter!

Terima Kasih untuk kelulusanku dalam Uji Kompetensi Dokter Indonesia hingga aku tak perlu mengulang UKDI!

Terima kasih untuk kelancaran melaksanakan penelitian kemarin! 

Terima kasih untuk dia yang telah Kau pertemukan padaku!

Terima Kasih untuk segala kelancaran hidup yang telah Engkau berikan

Terima kasih untuk segalanya, ya Allah!!!

Senin, Desember 10, 2012

Sharing Pengalaman Saat UKDI


Berikut ada beberapa soal yang kami ingat saat UKDI kemarin (Batch IV UNSRI 2012)

Semoga ini bermanfaat sebagai bahan acuan/panduan mengenai soal-soal CBT yang kemarin keluar. 
Seingat kami, soal yang masuk ada yang sama (tidak persis sama, hanya mirip) dengan soal pada buku "UKDI update dan ready", TO FK UGM bulan Oktober (atau November. Saya lupa), dan soal dari "Medicuss"

Soal di bawah tidak sama persis dengan soal yang ada dan jawaban yang tertera mungkin tidak 100% benar. tetapi yang kami harapkan adalah soal-soal ini dapat dijadikan panduan apa yang harus dipelajari. soal yang ada sesuai dengan kompetensi kita. 

Kemarin, Waktu kami  untuk belajar UKDI sangat singkat, hanya 5 hari. Tetapi Alhamdulillah kami dapat melaluinya dengan baik... Ingat, setiap soal ada clue-clue yang harus kalian ingat... Trik ini yang kami pakai saat UKDI... 

Thanks to teman-teman saat belajar UKDI....(Santai tapi Serius). Banyakan "kelakar" dan tertawanya dibanding belajarnya...hehe

dr. Rini Utami (markas hari ke 3. terima kasih makanannya dan mangganya.haha gek rebutan mangga jatuh lagi kito.wkwkwk), dr. M.J Erwin Halim (dak sio-sio kito balek malam-malam.haha), dr. Nina Nayu Zainunah (editor. terima kasih makanan, kelakar, dan  juga rumahnya tempat markas 1 hari.hehe), dr. Chaerunnisa Akmelia (terima kasih tumpangan rumah untuk belajarnya. kendaraan dan Makanannya juga.hehe), dr. Rifky Yulian (kawan seperjuangan.hehe), dr. Wahidun Nurhidayah

Special for dr. Nina NZ, terima kasih atas Telah mau mengumpulkan soal-soal yang kita ingat-ingat...

  1. Antidotum à makan paracetamol 15 tablet à N-acetylsistein?
  2.  Hamil 32 minggu, pembukaan 2, his 2x/10’/15 ‘’ à tindakan? à pake’ indeks tokolitik?
  3. Jatuh dari sepeda à syok Hipovolemik/ Neurogenik?
  4. flagel à Parasit ? amoeba?à obat ? metronidazole
  5. obat toxoplasmosis?  à Spiramisin?

Minggu, Desember 02, 2012

Kangen Koas

Teman Koas lagi tidur saat case ( foto diambil dari twitter raty marida)


Agar mereka tahu capek dan melelahkannya perjalanan menjadi seorang dokter.
Semoga mereka tahu dan dapat menghargai profesi dokter!

Hah.... jadi kangen suasana koas kemarin!!!! Capek badan, capek duit, capek hati!!! tapi insya Allah barokah!

Sabtu, Desember 01, 2012

Kangen saat-saat terakhir koas!

Karaoke-an bareng sani family (julukan koas-koas bimbingan dr. Kemas H. M. Sani Sp.Rad )
kanan foto - kiri foto : Saya, Gindha, dr. Prisya, Tia Monita, Raty,  Irham

Makan Bareng di PS ekstension

Senin, November 12, 2012

Mirisnya Nasib Dokter “Internship”


Copas from here

Saya tergelitik untuk menulis artikel ini karena seringnya membaca dan mendengar tentang keluhan sejawat dari beberapa calon dokter di berbagai media. Sekedar untuk diketahui saat ini untuk mendapatkan gelar dokter, seorang calon dokter harus menyelesaikan masa pendidikan S1 Kedokteran selama 3.5 tahun melanjutkannya dengan program koasistensi selama 1.5 tahun. Totalnya calon dokter harus menyelesaikannya sekitar 5 tahun. Saat ini seseorang sudah resmi dapat dipanggil sebagai dokter. Namun aneh dan bin ajaibnya di negara kita ini, seseorang yang telah berlisensi dokter tersebut tidak bisa melaksanakan praktik kedokterannya dengan bebas..
Hal ini disebabkan saat ini ada program baru yang disebut “Internship” yaitu dokter yang telah menyelesaikan pendidikannya harus magang selama 1 tahun didaerah tertentu (8 bulan di rumah sakit Tipe C atau D dan 4 bulan di puskesmas). Seoang dokter “internship” harus bersedia ditempatkan diseluruh Indonesia karena Rumah sakit Tipe C atau D jarang ada di kota besar.