Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Sabtu, April 21, 2012

Jenuh


Ternyata hati, tak bisa berdusta
Meski ku coba, tetap tak bisa
Dulu cintaku, banyak padamu
Entah mengapa, kini berkurang

Reff :

Maaf, aku jenuh padamu
Lama sudah kupendam
Tertahan di bibirku
Mauku tak menyakiti
Meski begitu indah
Ku masih tetap saja.... Jenuh ....

Tahukah kini, kau kuhindari
Merasakan kau, ku lain padamu
Kini temukan, hanya cinta saja
Sementara kau, merasa cukup.


"Jenuh - Rio Febrian"

Hipertensi / Tekanan Darah Tinggi


               Hipertensi bagi orang awam atau bahkan tenaga kesehatan sendiri sering diartikan sebagi tekanan darah di atas 120 mmHg. Definisi tersebut memang tidaklah sepenuhnya salah. Hipertensi yang sebenarnya adalah naiknya tekanan darah pada seseorang dari rata-rata normal. Banyak orang bahkan tenaga kesehatan sendiri ketika menjelaskan kepada pasien bahwa tekanan darah diklasifikasikan berdasarkan usia. (Pada suatu percakapan, seseorang atau tenaga kesehatan sering berkata: Oh, tekanan darahnya normal koq Bu. sesuai lah sama usia Ibu!)  Hal tersebut pun tidak sepenuhnya salah (red: lebih banyak salahnya). Hipertensi pada orang tua tidak akan terjadi selama faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah dalam keadaan sehat.(lihat bagian fisiologi tekanan darah) Di Bagian Anak FK UNSRI Palembang sendiri, Usia juga menentukan pada ukuran berapa tekanan darah seorang anak dianggap normal walaupun secara tidak langsung. Tekanan darah pada anak berhubungan dengan berapa tinggi seorang anak berdasarkan usia (maksudnya adalah berhubungan dengan persentil berapa tinggi seorang anak dengan jenis kelamin yang sama dari rata-rata normal anak seusianya). Dalam hal ini, jelas usia tidak berpengaruh langsung terhadap tekanan darah. Sedangkan di bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNSRI Palembang digunakan standar Sevent Report of the Joint National Committee yang tidak mengklasifikasikan hipertensi berdasarkan usia tetapi berdasarkan seberapa besar resiko terjadinya komplikasi pada tekanan darah tertentu.
Saat ini hipertensi masih menjadi permasalahan di berbagai negara. Data dari National Health and Nutrition Examination (NHANES) menunjukkan bahwa 50 juta atau bahkan lebih penduduk Amerika mengalami tekanan darah tinggi. Angka kejadian hipertensi di seluruh dunia mungkin mencapai 1 milyar orang dan sekitar 7,1 juta kematian akibat hipertensi terjadi setiap tahunnya (WHO, 2003). Berdasarkan data dari Sevent Report of the Joint National Committee, Kenaikan tekanan darah pada usia 50 tahun di atas 140 mmHg meningkatkan kemungkinan terjadinya resiko CVD. Angka ini dimulai dari tekanan darah sekitar 115/75 dan meningkat dua kali lipat setiap kenaikan 20/10 mmHg. Makin tinggi htekanan darah seseornag, maka akan semakin meningkat pula resiko utnuk terjadinya CVD. Selain CVD, penyakit lain yang resikonya meningkat adalah serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.
                Pada pengukuran tekanan darah di klinik, berdasarkan Sevent Report of the Joint National Committee, pasien harus duduk dulu sekitar

Selasa, April 17, 2012

Mari Bercinta

* Kadal aja romantis. pake' acara ngasih bunga segala!!!!hehehe

Fotografer: Alexey Tymoshenko. Kiev, Ukraina

Senin, April 16, 2012

Baca EKG (Elektrokardiograf) a.k.a Rekam jantung Tingkat Dasar

                EKG (Elektrokardiograf), tidak semua orang bisa membaca EKG. Begitu juga dokter. Banyak dokter umum yang tidak bisa lancar membaca EKG. Untuk dapat membaca EKG, perlu diketahui dahulu bagaiman grafik EKG itu terbentuk. Setidaknya, ilmu yang sangat dasar dari EKG perlu diketahui.
Beberapa catatan yang paling dasar yang mesti dipahami dahulu sebelum membaca EKG yaitu:
  • Grafik EKG dibentuk oleh gelombang listrik yang mengalir melalui serabut syaraf khusus yang ada pada jantung. 
  • Listrik tersebut dibentuk oleh Nodus Sinuatria sebagai  sumber primer dan nodus atrioventrikular sebagai cadangan listrik sekunder. tetapi listrik jantung ini dapat pula dibentuk oleh bagian lain dari jantung.
  • Gelombang P dibentuk oleh aliran listrik yang berasal dari nodus SA di atrium sedangkan kompleks QRS terbentuk oleh aliran listrik di ventrikel. sedangkan PR interval terbentuk ketika aliran listrik tersebut melewati bundle His. gelombang T terbentuk ketika terjadi repolarisasi jantung.
  • Arah aliran listrik ini mengarah ke apex jantung dan sejajar sumbu jantung (lihat gambar dibawah).

Jumat, April 13, 2012

Tatalaksana Rabies


Rabies adalah penyakit infeksi akut pada Sistem Saraf Pusat (SSP) yang disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui gigitan hewan menular rabies terutama anjing, kucing, kera, dan kelelawar. Penyakit rabies atau penyakit anjing gila, merupakan penyakit yang bersifat fatal atau selalu diakhiri dengan kematian bila tidak ditangani dan diobati dengan baik. Telah dilaporkan 98 persen kasus rabies di Indonesia ditularkan akibat gigitan anjing dan 2 persen akibat gigitan kucing dan kera.

Gejala Klinis

1.      Stadium Prodromal
Gejala awal berupa demam, malaise, mual, dan rasa nyeri di tenggorokan dalam beberapa hari.

2.      Stadium Sensoris
Penderita merasa nyeri, rasa panas disertai kesemutan pada tempat bekas luka. Kemudian disusul dengan gejala cemas dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsang sensorik.