Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

Selasa, Januari 04, 2011

Pend. Dokter Umum UNSRI (07 vs jadul)

PDU UNSRI 2007

versus

PDU UNSRI 199?

Sabtu, Desember 18, 2010

Hak Asasi Manusia (HAM)


HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak dasar yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa.  Hak ini diterapkan dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang dilindungi oleh penyelenggara negara dan masyarakat yang diilhami oleh sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam suatu kesatuan yang utuh dengan sila-sila yang lainnya dari Pancasila, serta menghormati instrument internasional tentang HAM
 Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM.  Salah satu tokoh HAM di Indonesia adalah Munir yang tewas dibunuh di atas pesawat udara saat menuju Belanda dari Indonesia.

Naskah HAM internasional:
  1. Magna Charta (Piagam Agung, 15 Juni 1215)
  2. Bill of Rights (Inggris, 1689 (Perlawanan terhadap raja james II, revolusi tak berdarah))
  3. Declaration of Independence (4 Juli 17776, kemerdekaan Amerika Serikat)
  4. Declaration des Droite de L’Home et Du Citoyen (14 juli 1789, perlawanan terhadap raja Louis XVI dari Perancis)
Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :
1. Hak asasi pribadi / personal Right
- Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat

Senin, November 01, 2010

Kognitif


Teori kognisi menjelaskan tentang bagaimana proses mengetahui terjadi pada manusia. Ada beberapa model yang digunakan untuk menjelaskan proses mengetahui pada manusia. Akan tetapi, dalam dua dekade terakhir, pemrosesan informasi merupakan model yang paling banyak digunakan dalam penelitian-penelitian tentang human cognition (Miller, dalam Vasta, Haith & Miller, 1992).

Model pemrosesan informasi membahas tentang peran operasi-operasi kognitif dalam pengolahan informasi (Hetherington & Parke, 1986). Dalam model ini manusia dipandang sebagai sistem yang memodifikasi informasi sendiri secara aktif dan terorganisir. Perkembangan seseorang dalam pemrosesan informasi berkaitan dengan perubahan-perubahan kuantitatif dan kualitatif dalam aspek ini serta pengaruh-pengaruh genetis dan lingkungan. Inti dari perkembangan dalam pemrosesan informasi adalah terbentuknya sistem pada diri seseorang yang semakin efisien untuk mengontrol aliran informasi (Miller, 1993).

Saat ini ada dua model yang dapat digunakan untuk menjelaskan teori pemrosesan informasi, yaitu model penyimpanan (store/structure model) dan model tingkat pemrosesan (level of processing). Model

PERKEMBANGAN KOGNITIF REMAJA


Membahas tentang perkembangan kognitif berarti membahas tentang perkembangan individu dalam berfikir atau proses kognisi atau proses mengetahui. Dalam psikologi, proses mengetahui dipelajari dalam bidang psikologi kognitif. Bidang ini dipelopori oleh J.J. Piaget, yang terkenal dengan teori pentahapan kognitifnyanya yang disebut perkembangan kognitif.

Menurut Monks, Knoers & Haditono (1992), teori Piaget tentang perkembangan kognitif banyak dipengaruhi oleh bidang ilmu biologi dan epistemologi (ilmu mengenai pengenalan, asal-muasal). Sementara itu, Miller (1993) berpendapat bahwa teori Piaget merupakan teori pentahapan yang paling berpengaruh dalam psikologi perkembangan, di mana dalam setiap tahapannya Piaget menggambarkan bagaimana manusia mendapatkan pengetahuan tentang dunianya (genetic epistemology).

1. Definisi Kognisi
Berdasarkan akar teoritis yang dibangun oleh Piaget, beberapa penulis mendefinisikan kognisi dengan redaksi yang berbeda-beda, namun pada dasarnya sama, yaitu aktivitas mental dalam mengenal dan mengetahui tentang dunia. Neisser (1967) dalam Morgan, et al. (1986), mendefinisikan kognisi sebagai proses berpikir

Infeksi


           Sepanjang waktu, tubuh kita selalu terpapar mikroba. Semua terjadi secara normal dan dalam berbagai tingkatan, baik kulit, mulut, jalan nafas, traktus intestinal, bahkan traktus urinarius. Banyak dari mikroba tersebut bersifat pathogen dan mampu menyebabkan penyakit yang serius bila menyerbu ke jaringan yang lebih dalam.
            Invasi dan pembiakan mikroorganisme di jaringan tubuh yang secara klinis mungkin tak tampak atau timbulnya cedera seluler local akibat kompetisi metabolisme, toksin, replikasi intrasel, atau respon antigen-antibodi disebut infeksi (Kamus Kedokteran Dorland 2006, 29ed, hal 1095). Infeksi ini dapat bersifat local maupun sistemik. Infeksi akan tetap bersifat local, subklinis, dan bersifat sementara apabila mekanisme pertahanan tubuh efektif. Infeksi local dapat menetap dan menyebar menjadi infeksi klinis atau penyakit akut, sub akut, atau kronik apabila mikroorganisme dapat mencapai system limfatik atau vascular.